← Semua artikel

Cara Mencatat Penjualan Shopee Beserta Seluruh Potongannya

Uang settlement masuk ke rekening, dan angkanya tidak pernah sama dengan angka penjualan di aplikasi penjual. Pertanyaan yang muncul selalu sama: selisihnya lari ke mana, dan sebenarnya untungnya berapa.

Artikel ini menjawabnya dengan cara akuntansi: satu penjualan marketplace dipecah menjadi beberapa baris jurnal, sehingga setiap rupiah yang hilang di jalan punya namanya sendiri dan bisa dijumlahkan di akhir bulan.

Kenapa uang yang masuk selalu lebih kecil

Penjualan lewat marketplace melewati tiga hal sebelum uangnya sampai:

  1. Platform memotong biayanya: biaya administrasi, biaya layanan, biaya proses pesanan, dan sejenisnya. Nama dan besarannya ditentukan platform, dan berubah dari waktu ke waktu. Ambil angkanya dari layar settlement Anda sendiri, bukan dari artikel mana pun.
  2. Sebagian harga jual dikurangi lebih dulu: voucher yang ditanggung penjual, misalnya. Ini bukan beban usaha; ini pengurang harga jual.
  3. Ongkos kirim lewat begitu saja: uang ongkir yang dibayar pembeli dan diteruskan ke kurir bukan penghasilan Anda.

Kesalahan yang paling sering: mencatat hanya angka yang masuk ke rekening sebagai penjualan. Cara itu membuat omzet terlihat kecil, biaya platform tidak pernah muncul di laporan laba rugi, dan Anda kehilangan satu-satunya angka yang bisa dipakai untuk menawar atau memilih kanal.

Istilah yang perlu dibedakan lebih dulu

  • Jurnal: catatan satu transaksi dalam bentuk debit dan kredit yang jumlahnya selalu sama.
  • Kontra-pendapatan: akun yang mengurangi penjualan, bukan menambah beban. Voucher yang Anda tanggung masuk ke sini.
  • Akun penampung: akun aset untuk uang yang sudah menjadi hak Anda tapi belum ada di rekening bank, misalnya saldo yang masih ditahan platform.
  • Settlement: pencairan saldo platform ke rekening bank Anda. Ini peristiwa terpisah dari penjualannya.

Contoh jurnal satu penjualan

Angka di bawah adalah contoh untuk memperlihatkan strukturnya, bukan tarif Shopee. Ganti dengan angka di layar settlement Anda.

Sebuah pesanan tercatat senilai Rp 1.250.000. Platform memotong biaya administrasi Rp 100.000, biaya layanan Rp 100.000, dan biaya proses pesanan Rp 50.000. Saldo yang bertambah Rp 1.000.000.

Akun Debit Kredit
Saldo Marketplace (aset) Rp 1.000.000
Beban Biaya Administrasi Marketplace Rp 100.000
Beban Biaya Layanan Marketplace Rp 100.000
Beban Biaya Proses Pesanan Rp 50.000
Penjualan (pendapatan) Rp 1.250.000

Perhatikan tiga hal.

Penjualan dicatat penuh. Yang dikredit adalah nilai pesanan, bukan uang yang masuk. Inilah yang membuat omzet Anda benar.

Setiap potongan punya akun sendiri. Sesudah sebulan, Anda bisa membuka Buku Besar dan melihat total biaya administrasi selama sebulan sebagai satu angka. Itu angka yang tidak akan pernah muncul kalau semua potongan digabung.

Debit dan kredit sama besar. Kalau tidak sama, ada baris yang terlewat, biasanya potongan yang belum diberi nama.

Tiga baris yang sering lupa dicatat

Harga pokok penjualan. Barang yang keluar dari stok adalah beban. Debit Harga Pokok Penjualan, kredit Persediaan, sebesar modal barangnya. Tanpa baris ini, laporan laba rugi Anda menunjukkan penjualan tanpa modal, dan untungnya terlihat jauh lebih besar daripada kenyataannya.

Ongkir yang Anda talangi. Uang ongkir dari pembeli yang diteruskan ke kurir dicatat sebagai kewajiban, misalnya di akun Titipan Ongkir Pelanggan, lalu dihapus saat dibayarkan ke kurir. Ia tidak pernah lewat akun Penjualan.

Pajak yang dipotong platform. Kalau platform memotong pajak atas nama Anda, potongan itu bukan beban usaha. Ia uang muka pajak yang bisa diperhitungkan nanti. Pisahkan akunnya, dan cocokkan dengan bukti potong yang platform terbitkan.

Saat saldo dicairkan ke bank

Pencairan bukan penjualan baru. Ia hanya perpindahan tempat:

Akun Debit Kredit
Bank Rp 1.000.000
Saldo Marketplace (aset) Rp 1.000.000

Kalau bank atau platform memotong biaya transfer, tambahkan satu baris beban dan kurangi angka yang masuk ke Bank. Selisih yang tidak dicatat di sini adalah penyebab paling umum saldo di catatan tidak cocok dengan saldo di rekening.

Cara memeriksa pekerjaan Anda sendiri

Setiap akhir bulan, jawab tiga pertanyaan ini:

  1. Apakah total Penjualan sama dengan total nilai pesanan di laporan platform? Kalau lebih kecil, Anda mencatat uang masuk, bukan penjualan.
  2. Apakah setiap jenis biaya platform punya angkanya sendiri? Kalau tergabung dalam satu akun, Anda tidak bisa tahu biaya mana yang naik.
  3. Apakah saldo akun penampung di catatan sama dengan saldo di aplikasi penjual? Kalau berbeda, ada pencairan atau potongan yang belum masuk.

Tiga pertanyaan itu menangkap hampir semua kesalahan pencatatan marketplace, dan tidak memerlukan perangkat apa pun untuk dijawab.

Melakukannya di Admos

Struktur di atas sudah terpasang, bukan harus disusun sendiri. Setiap organisasi baru Admos memakai bagan akun standar berisi 147 akun, termasuk akun penampung saldo marketplace, akun kewajiban Titipan Ongkir Pelanggan, dan akun beban per jenis potongan.

Di modul Penjualan, Anda mendaftarkan kanal penjualan beserta skema biayanya sekali. Sesudah itu, saat mencatat penjualan, baris-baris potongan disusun dari skema tersebut dan Anda tinggal memeriksa angkanya sebelum menyimpan. Debit dan kredit dijaga selalu seimbang di tingkat aplikasi.

Ada juga jalur foto: layar settlement difoto, dan Admos menyusun draf jurnalnya untuk Anda periksa dan setujui. Draf, bukan catatan jadi: angka keuangan tidak boleh masuk buku tanpa dilihat manusia.

Coba gratis 14 hari, tanpa kartu kredit: halaman harga Admos.